Kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha
I. Mengamati Lingkungan
Mungkin kamu pernah mendengar atau malah sudah pernah berkunjung di suatu tempat atau yang disebut Trowulan di Mojokerto. Kompleks Trowulan inilah yang diperkirakan dulu menjadi pusat pemerintahan Majapahit. Beberapa situs yang dapat kita temukan sekarang misalnya ada pendhopo, segaran, Candi Bajang Ratu dan sebagainya. Kamu bayangkan Majapahit tempo dulu merupakan kerajaan yang luas dan sudah menjalin kerja sama dengan kerajaan- kerajaan di luar Kepulauan Indonesia. Bahkan Mohammad Yamin menyebut Kerajaan Majapahit itu sebagai Kerajaan Nasional kedua. Bayangkan pula tokoh besar seperti Patih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk yang berhasil mempersatukan Nusantara. Bahkan hingga saat ini kebesaran Patih Gajah Mada masih melekat dalam ingatan kita, hingga makam Patih Gajah Mada oleh masyakarat LombokTimur dipercaya berada di kompleks pemakaman Raja Selaparang. Cerita kebesaran Patih Gajah Mada juga terdapat di daerah lain. Nah,itulah salah satu kisah kecil Kerajaan Majapahit, Satu di antara kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara. Berikut ini kita akan mempelajari perkembangan beberapa kerajaan Hindu- Buddha.
II. Memahami Teks
1. Kerajaan Kutai

Untuk memahami perkembangan Kerajaan Kutai itu, tentu memerlukan sumber sejarah yang dapat menjelaskannya.Sumber sejarah Kutai yang utama adalah prasasti yang disebut yupa, yaitu berupa batu bertulis. Yupa juga sebagai tugu peringatan dari upacara kurban. Yupa ini dikeluarkan pada masapemerintahan raja Mulawarman. Prasasti yupa ditulis dengan hurufpallawa dan bahasa sanskerta. Dengan melihat bentuk hurufnya, para ahli berpendapat bahwa yupa dibuat sekitar abad ke-5 M.
Yang menarik dalam prasasti itu juga disebut nama kakek Mulawarman yang bernama Kudungga. Kudungga berarti penguasa lokal, dan yang setelah terkena pengaruh Hindu-Buddha daerah tersebut berubah menjadi kerajaan. Namanya tetap Kudungga berbeda dengan nama putranya yang bernamaAswawarman dan cucunya yang bernama Mulawarman. Olehkarena itu yang terkenal sebagai wam sakerta adalahAswawarman. Coba pelajaran apa yang dapat kita peroleh dengan persoalan nama di dalam satu keluarga Kudungga itu?
Satu di antara yupa itu memberi informasi penting tentang silsilah Raja Mulawarman. Diterangkan bahwaKudungga mempunyai putra bernama Aswawarman. RajaAswawarman dikatakan seperti Dewa Ansuman (DewaMatahari). Aswawarman mempunyai tiga anak, tetapi yang terkenal adalah Mulawarman. Raja Mulawarman dikatakan sebagai raja yang terbesar di Kutai. Ia pemeluk agama Hindu-Siwa yang setia. Tempat sucinya dinamakan Waprakeswara. Ia juga dikenal sebagai raja yang sangat dekat dengan kaumbrahmana dan rakyat. Raja Mulawarman sangat dermawan. Iamengadakan kurban emas dan 20.000 ekor lembu untuk para brahmana. Oleh karena itu, sebagai rasa terima kasih danperingatan mengenai upacara kurban, para brahmana mendirikan sebuah yupa.
Pada masa pemerintahan Mulawarman, Kutai mengalami zaman keemasan. Kehidupan ekonomi pun mengalamiperkembangan. Kutai terletak di tepi sungai, sehingga masyarakatnya melakukan pertanian. Selain itu, mereka banyak yang melakukan perdagangan. Bahkan diperkirakan sudah terjadi hubungan dagang dengan luar. Jalur perdagangan internasional dari India melewati Selat Makassar, terus ke Filipina dan sampai di Cina. Dalam pelayarannya dimungkinkan para pedagang itu singgah terlebih dahulu di Kutai. Dengan demikian, Kutai semakin ramai dan rakyat hidup makmur.
2.
Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara
Sejarah tertua yang berkaitan dengan pengendalian banjir dan sistempengairanadalah pada masa Kerajaan Tarumanegara.
Untuk mengendalikan banjir dan pertanian yang diduga di wilayah Jakarta saat ini, maka Raja Purnawarmanmenggali sungai Candrabaga. Setelah selesai melakukan penggalian sungai maka raja mempersembahkan 1.000 ekorlembu pada brahmana. Berkat sungai itulah pendudukTarumanegara menjadi makmur. Siapakah Raja Purnawarman itu?
Purnawarman adalah raja terkenal dari Tarumanegara. Perlu kamu pahami bahwa setelah Kerajaan Kutai berkembang di Kalimantan Timur, di Jawa bagian barat munculKerajaan Tarumanegara. Kerajaan ini terletak tidak jauh dari pantai utara Jawa bagian Barat. Berdasarkan prasasti-prasastiyang ditemukan letak pusat Kerajaan Tarumanegara diperkirakan di antara Sungai Citarum dan Cisadane. Kalau mengingatnamanya Tarumanegara, dan kata taruma mungkin berkaitandengan kata tarum yang artinya nila. Kata tarum dipakai sebagainama sebuah sungai di Jawa Barat, yakni Sungai Citarum.Mungkin juga letak Tarumanegara dekat dengan aliran Sungai Citarum. Kemudian berdasarkan Prasasti Tugu, Purbacaraka memperkirakan pusatnya ada di daerah Bekasi.
Sumber sejarah Tarumanegara yang utama adalah beberapa prasasti yang telah ditemukan. Berkaitan dengan perkembangan Kerajaan Tarumanegara, telah ditemukan tujuh buah prasasti. Prasasti-prasasti itu berhuruf pallawa dan berbahasasansekerta. Ketujuh prasasti itu adalah:
1. Prasasti Ciareteun
Prasasti ini ditemukan di tepi Sungai Citarum di dekat muaranya yang mengalir ke Sungai Cisadane, di daerah Bogor. Pada prasasti ini dipahatkan sepasang telapak kaki Raja Purnawarman.
2. Prasati Kebon Kopi
Prasasti Kebon Kopi ditemukan di Kampung Muara Hilir, Kecamatan Cibungbulang, Bogor. Pada prasasti ini ada pahatan gambar tapak kaki gajah yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata (gajah kendaraan DewaWisnu).
3. Prasasti Jambu
Prasasti ini ditemukan di perkebunan Jambu, Bukit Koleangkok, kira-kira 30 km sebelah barat Bogor. Dalam prasasti itu diterangkan bahwa Raja Purnawarman itu gagah, pemimpin yang termasyhur, dan baju zirahnya tidak dapat ditembus senjata musuh.
4. Prasasti Tugu
Prasasti Tugu ditemukan di Desa Tugu, Cilincing Jakarta. Prasasti ini menerangkan tentang penggalian saluran Gomatidan Sungai Candrabhaga. Mengenai nama Candrabhaga,Purbacaraka mengartikan candra = bulan = sasi. Candrabhaga menjadi sasibhaga dan kemudian menjadiBhagasasi - bagasi, akhirnya menjadi Bekasi.
5. Prasasti Pasir Awi
Prasasti Pasir Awi ditemukan di daerah Bogor.
6. Prasasti Muara Cianten
Prasasti Muara Cianten ditemukan di daerah Bogor.
7. Prasasti Lebak
Prasasti Lebak ditemukan di tepi Sungai Cidanghiang, Kecamatan Muncul, Banten Selatan. Prasasti ini menerangkantentang keperwiraan, keagungan, dan keberanianPurnawarman sebagai raja dunia.
Di samping beberapa prasasti tersebut, berita Cina juga dapat dijadikan sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara. Terutamaberita yang disampaikan oleh seorang musafir Cina yangbernama Fa-Hien yang berkunjung ke Jawa. Ia telah menyebutadanya Kerajaan To-lo- mo atau Taruma.
Kerajaan Tarumanegara mulai berkembang pada abad ke-5M. Raja yang sangat terkenal adalah Purnawarman. Ia dikenal sebagai raja yang gagah berani dan tegas. Ia juga dekat dengan para brahmana, pangeran, dan rakyat. Ia raja yang jujur, adil, dan arif di dalam memerintah. Daerahnya cukupluas sampai ke daerah Banten. Kerajaan Tarumanegara telah menjalin hubungan dengan kerajaan lain, misalnya denganCina.
Dalam kehidupan agama, sebagian besar masyarakatTarumanegara memeluk agama Hindu. Sedikit yang beragama Buddha dan masih ada yang mempertahankan agama nenek moyang (animisme). Berdasarkan berita dan Fa-Hien, di To- lo-mo ada tiga agama, yakni agama Hindu, agama Buddha dan kepercayaan animisme. Raja memeluk agama Hindu. Sebagai bukti, pada prasasti Ciareteun ada tapak kaki raja yang diibaratkan tapak kaki Dewa Wisnu. Sumber Cina lainnya menyatakan bahwa, pada masa Dinasti T’ang terjadi hubungan perdagangan dengan Jawa. Barang-barang yang diperdagangkan adalah kulit penyu, emas, perak, cula badak, dan gading gajah. Penduduk daerah itu pandai membuat minuman keras yang terbuat dari bunga kelapa.
Rakyat Tarumanegara hidup aman dan tenteram. Pertanian merupakan mata pencaharian pokok. Di samping itu,perdagangan juga berkembang. Kerajaan Tarumanegara mengadakan hubungan dagang dengan Cina dan India.
3. Kerajaan Sriwijaya

Sejakpermulaantarikh Masehi, hubungandagangantara, India denganKepulauan Indonesia sudah ramai. Daerah pantai timur Sumatra menjadi jalur perdagangan yang ramai dikunjungi para pedagang. Kemudian, muncul pusat-pusat perdagangan yang berkembang menjadi pusat kerajaan. Kerajaan-kerajaan kecil di pantai Sumatra bagian timur sekitar abad ke-7, antara lain Tulangbawang, Melayu, danSriwijaya. Dari ketiga kerajaan itu, yang kemudian berhasilberkembang dan mencapai kejayaannya adalah Sriwijaya.Kerajaan Melayu juga sempat berkembang, dengan pusatnya diJambi.
Pada tahun 692 M, Sriwijaya mengadakan ekspansi ke daerah sekitar Melayu. Melayu dapat ditaklukkan dan berada dibawah kekuasaan Sriwijaya. Letak pusat Kerajaan Sriwijaya ada berbagai pendapat. Ada yang berpendapat bahwa pusat KerajaanSriwijaya ada di Palembang, ada yang berpendapat di Jambi, bahkan ada yang berpendapat di luar Indonesia. Akan tetapi, pendapat yang banyak didukung oleh para ahli, pusat KerajaanSriwijaya adalah di Palembang, di dekat pantai dan di tepiSungai Musi. Ketika pusat Kerajaan Sriwijaya di Palembang mulai menunjukkan kemunduran, Sriwijaya berpindah ke Jambi.
Sumber sejarah Kerajaan Sriwijaya yang penting adalah prasasti. Prasasti-prasasti itu ditulis dengan huruf Pallawa. Bahasa yang dipakai Melayu Kuno. Beberapa prasastiitu antara lain sebagai berikut.
1. Prasasti Kedukan Bukit
Prasasti Kedukan Bukit ditemukan di tepi Sungai Tatang, dekat Palembang. Prasasti ini berangka tahun 605 Saka (683 M). Isinya antara lain menerangkanbahwa seorang bernama Dapunta Hyang mengadakan perjalanan suci (siddhayatra) dengan menggunakanperahu. Ia berangkat dari Minangatamwan denganmembawa tentara 20.000 personel.
2. Prasasti Talang Tuo
Prasasti Talang Tuo ditemukan di sebelah barat Kota Palembang di daerah Talang Tuo. Prasasti iniberangka tahun 606 Saka (684 M). Isinyamenyebutkan tentang pembangunan sebuah taman yang disebut Sriksetra. Taman ini dibuat oleh Dapunta Hyang Sri Jayanaga.
3. Prasasti Telaga Batu
Prasasti Telaga Batu ditemukan di Palembang. Prasasti ini tidak berangka tahun. Isinya terutama tentang kutukan-kutukan yang menakutkan bagi mereka yang berbuat kejahatan.
4. Prasasti Kota Kapur
Prasasti Kota Kapur ditemukan di Pulau Bangka,berangka tahun 608 Saka (656 M). Isinya terutama permintaan kepada para dewa untuk menjaga kedatuanSriwijaya, dan menghukum setiap orang yang bermaksudjahat.
5. Prasasti Karang Berahi
Prasasti Karang Berahi ditemukan di Jambi, berangka tahun 608 saka (686 M). Isinya sama dengan isiPrasasti Kota Kapur.Beberapa prasasti yang lain, yakniPrasasti Ligor berangka tahun 775 M ditemukan di Ligor,Semenanjung Melayu, dan Prasasti Nalanda di IndiaTimur. Di samping prasasti-prasasti tersebut, berita Cina juga merupakan sumber sejarah Sriwijaya yang penting. Misalnya berita dari I-tsing, yang pernah tinggal di Sriwijaya.
Ada beberapa faktor yang mendorong perkembangan Sriwijayaantara lain:
a. Letak geografis dari Kota Palembang. Palembang sebagai pusat pemerintahan terletak di tepi Sungai Musi. Di depan muara Sungai Musi terdapat pulau-pulau yang berfungsi sebagai pelindung pelabuhan di Muara Sungai Musi. Keadaan seperti ini sangat tepat untuk kegiatan pemerintahan dan pertahanan. Kondisi itu pula menjadikan Sriwijaya sebagai jalur perdagangan internasional dari India keCina, atau sebaliknya. Juga kondisi sungai-sungai yang besar,perairan laut yang cukup tenang, serta penduduknya yangberbakat sebagai pelaut ulung.
b. Runtuhnya Kerajaan Funan di Vietnam akibat serangan Kamboja. Hal ini telah memberi kesempatan Sriwijaya untuk cepat berkembang sebagai negara maritim.
Kerajaan Sriwijaya mulai berkembang pada abad ke-7.Pada awal perkembangannya, rajanya disebut dengan Dapunta Hyang. Dalam Prasasti Kedukan Bukit dan Talang Tuo telah ditulis sebutan Dapunta Hyang. Pada abad ke-7, Dapunta Hyang banyak melakukan usaha perluasan daerah.
Daerah-daerah yang berhasil dikuasai antara lain sebagaiberikut.
a. Tulang-Bawang yang terletak di daerah Lampung.
b. Daerah Kedah yang terletak di pantai barat Semenanjung Melayu. Daerah ini sangat panting artinyabagi usaha pengembangan perdagangan dengan India. Menurut I-tsing, penaklukan Sriwijaya atas Kedah berlangsung antara tahun 682-685 M.
c. Pulau Bangka yang terletak di pertemuan jalanperdagangan internasional, merupakan daerah yangsangat penting. Daerah ini dapat dikuasai Sriwijayapada tahun 686 M berdasarkan Prasasti Kota Kapur.Sriwijaya juga diceritakan berusaha menaklukkan Bhumi Java yang tidak setia kepada Sriwijaya.Bhumi Java yang dimaksud adalah Jawa, khususnya Jawabagian barat.
d. Daerah Jambi terletak di tepi Sungai Batanghari. Daerah ini memiliki kedudukan yang penting, terutama untuk memperlancar perdagangan di pantai timur Sumatra. Penaklukan ini dilaksanakan kira-kiratahun 686 M (Prasasti Karang Berahi).
e. Tanah Genting Kra merupakan tanah genting bagian utara Semenanjung Melayu. Kedudukan TanahGenting Kra sangat penting. Jarak antara pantai barat dan pantai timur di tanah genting sangat dekat, sehingga para pedagang dari Cina berlabuh dahulu di pantai timur dan membongkar barang dagangannyauntuk diangkut dengan pedati ke pantai barat. Kemudianmereka berlayar ke India. Penguasaan Sriwijaya atasTanah Genting Kra dapat diketahui dari Prasasti Ligoryang berangka tahun 775 M.
f. Kerajaan Kaling dan Mataram Kuno.
Menurut berita Cina, diterangkan adanya serangan daribarat, sehingga mendesak Kerajaan Kaling pindah kesebelah timur. Diduga yang melakukan serangan adalah Sriwijaya. Sriwijaya ingin menguasai Jawa bagian tengahkarena pantai utara Jawa bagian tengah juga merupakanjalur perdagangan yang penting.
Sriwijaya terus melakukan perluasan daerah, sehingga Sriwijaya menjadi kerajaan yang besar. Untuk lebih memperkuat pertahanannya, pada tahun 775 M dibangunlahsebuah pangkalan di daerah Ligor. Waktu itu yang menjadi rajaadalah Darmasetra.
Raja yang terkenal dari Kerajaan Sriwijaya adalah Balaputradewa. Ia memerintah sekitar abad ke-9 M. Padamasa pemerintahannya, Sriwijaya berkembang pesat danmencapai zaman keemasan. Balaputradewa adalah keturunan dariDinasti Syailendra, yakni putra dari Raja Samaratungga denganDewi Tara dari Sriwijaya. Hal tersebut diterangkan dalam Prasasti Nalanda. Balaputradewa adalah seorang raja yang besar di Sriwijaya. Raja Balaputradewa menjalin hubungan erat denganKerajaan Benggala yang saat itu diperintah oleh Raja Dewapala Dewa. Raja ini menghadiahkan sebidang tanah kepada Balaputradewa untuk pendirian sebuah asrama bagi para pelajar dan mahapeserta didik yang sedang belajar di Nalanda,yang dibiayai oleh Balaputradewa, sebagai “dharma”. Hal itutercatat dengan baik dalam Prasasti Nalanda, yang saat iniberada di Universitas Nawa Nalanda, India. Bahkan bentuk asrama itu mempunyai kesamaan arsitektur dengan CandiMuara Jambi, yang berada di Provinsi Jambi saat ini. Haltersebut menandakan Sriwijaya memperhatikan ilmu pengetahuan,terutama pengetahuan agama Buddha dan bahasa Sanskerta bagigenerasi mudanya.
Pada tahun 990 M yang menjadi Raja Sriwijaya adalah Sri Sudamaniwarmadewa. Pada masa pemerintahan raja ituterjadi serangan Raja Darmawangsa dari Jawa bagian Timur. Akan tetapi, serangan itu berhasil digagalkan olehtentara Sriwijaya. Sri Sudamaniwarmadewa kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Marawijayottunggawarman. Pada masa pemerintahan Marawijayottunggawarman, Sriwijayamembina hubungan dengan Raja Rajaraya I dari Colamandala.Pada masa itu, Sriwijaya terus mempertahankan kebesarannya.
Untuk mengurus setiap daerah kekuasaan Sriwijaya,dipercayakan kepada seorang Rakryan (wakil raja di daerah).Dalam hal ini Sriwijaya sudah mengenal struktur pemerintahan.
Pada mulanya penduduk Sriwijaya hidup dengan bertani. Akan tetapi karena Sriwijaya terletak di tepi Sungai Musi dekat pantai, maka perdagangan menjadi cepat berkembang. Perdagangan kemudian menjadi mata pencaharian pokok. Perkembangan perdagangan didukung oleh keadaan dan letak Sriwijaya yang strategis. Sriwijaya terletak di persimpangan jalan perdagangan internasional. Parapedagang Cina yang akan ke India singgah dahulu di Sriwijaya, begitu juga para pedagang dan India yang akan ke Cina. Di Sriwijaya para pedagang melakukan bongkar muat barang dagangan. Dengan demikian, Sriwijaya semakin ramai dan berkembang menjadi pusat perdagangan. Sriwijaya mulai menguasai perdagangan nasional maupun internasional di kawasan perairan Asia Tenggara. Perairan di Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Jawa berada di bawah kekuasaan Sriwijaya.
Tampilnya Sriwijaya sebagai pusat perdagangan, memberikan kemakmuran bagi rakyat dan negara Sriwijaya. Kapal-kapal yang singgah dan melakukan bongkar muat, harus membayar pajak. Dalam kegiatan perdagangan, Sriwijaya mengekspor gading, kulit, dan beberapa jenis binatang liar, sedangkan barang impornya antara lain beras, rempah-rempah,kayu manis, kemenyan, emas, gading, dan binatang.
Perkembangan tersebut telah memperkuat kedudukan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim. Kerajaan maritim adalah kerajaan yang mengandalkan perekonomiannya dari kegiatan perdagangan dan hasil-hasil laut. Untuk memperkuat kedudukannya, Sriwijaya membentuk armada angkatan laut yangkuat. Melalui armada angkatan laut yang kuat Sriwijaya mampu mengawasi perairan di Nusantara. Hal ini sekaligus merupakan jaminan keamanan bagi para pedagang yang ingin berdagangdan berlayar di wilayah perairan Sriwijaya.
Dalam kaitannya dengan perkembangan agama dan kebudayaan Buddha, di Sriwijaya ditemukan beberapa peninggalan. Misalnya, Candi Muara Takus, yang ditemukan dekat Sungai Kampar di daerah Riau. Kemudian di daerah Bukit Siguntang ditemukan arca Buddha. Pada tahun 1006 Sriwijaya juga telah membangun wihara sebagai tempat suci agama Buddha di Nagipattana, India Selatan. Hubungan Sriwijaya dengan India Selatan waktu itu sangat erat.
Bangunan lain yang sangat penting adalah Biaro Bahal yang ada di Padang Lawas, Tapanuli Selatan. Di tempat ini pula terdapat bangunan wihara.
Kerajaan Sriwijaya akhirnya mengalami kemunduran karenabeberapa hal antara lain :
a. Keadaan sekitar Sriwijaya berubah, tidak lagi dekatdengan pantai. Hal ini disebabkan aliran Sungai Musi,Ogan, dan Komering banyak membawa lumpur.Akibatnya. Sriwijaya tidak baik untuk perdagangan.
b. Banyak daerah kekuasaan Sriwijaya yangmelepaskan diri.
Hal ini disebabkan terutama karena melemahnyaangkatan laut Sriwijaya, sehingga pengawasan semakin sulit.
c. Dari segi politik, beberapa kali Sriwijaya mendapatserangan dari kerajaan-kerajaan lain. Tahun 1017 MSriwijaya mendapat serangan dari Raja Rajendracoladari Colamandala, namun Sriwijaya masih dapatbertahan. Tahun 1025 serangan itu diulangi, sehinggaRaja Sriwijaya, Sri Sanggramawijayattunggawarmanditahan oleh pihak Kerajaan Colamandala. Tahun 1275,Raja Kertanegara dari Singhasari melakukan EkspedisiPamalayu. Hal itu menyebabkan daerah Melayu lepas.Tahun 1377 armada angkatan laut Majapahitmenyerang Sriwijaya. Serangan ini mengakhiririwayat Kerajaan Sriwijaya.
4. Kerajaan Mataram Kuno

Pada pertengahan abad ke-8 di Jawa bagian tengah berdiri sebuah kerajaan baru. Kerajaan itu kita kenal dengan namaKerajaan Mataram Kuno. Mengenai letak dan pusat KerajaanMataram Kuno tepatnya belum dapat dipastikan. Ada yang menyebutkan pusat kerajaan di Medang dan terletak di PohPitu. Sementara itu letak Poh Pitu sampai sekarang belum jelas.Keberadaan lokasi kerajaan itu dapat diterangkan berada disekeliling pegunungan, dan sungai- sungai. Di sebelah utara terdapat Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro; di sebelah barat terdapat Pegunungan Serayu; di sebelah timur terdapat Gunung Lawu, serta di sebelah selatan berdekatan dengan Laut Selatan dan Pegunungan Seribu. Sungai-sungai yang ada, misalnya Sungai Bogowonto, Elo, Progo, Opak, dan Bengawan Solo. Letak Poh Pitu mungkin di antara Kedu sampai sekitar Prambanan.
Untuk mengetahui perkembangan Kerajaan Mataram Kuno dapat digunakan sumber yang berupa prasasti. Ada beberapa prasasti yang berkaitan dengan Kerajaan Mataram Kuno di antaranya Prasasti Canggal, PrasastiKalasan, Prasasti Klura, Prasasti Kedu atau Prasasti Balitung. Disamping beberapa prasasti tersebut, sumber sejarah untuk Kerajaan Mataram Kuno juga berasal dari berita Cina.
Sebelum Sanjaya berkuasa di Mataram Kuno, di Jawa sudah berkuasa seorang raja bernama Sanna. Menurut prasasti Canggal yang berangka tahun 732 M, diterangkan bahwa Raja Sanna telah digantikan oleh Sanjaya. Raja Sanjaya adalah putra Sanaha, saudara perempuan dari Sanna.
Dalam Prasasti Sojomerto yang ditemukan di Desa Sojomerto, Kabupaten Batang, disebut nama Dapunta Syailendrayang beragama Syiwa (Hindu). Diperkirakan Dapunta Syailendraberasal dari Sriwijaya dan menurunkan Dinasti Syailendra yangberkuasa di Jawa bagian tengah. Dalam hal ini Dapunta Syailendra diperkirakan yang menurunkan Sanna, sebagai rajadi Jawa. Sanjaya tampil memerintah Kerajaan Mataram Kunopada tahun 717 - 780 M. Ia melanjutkan kekuasaan Sanna.Sanjaya kemudian melakukan penaklukan terhadap raja-raja kecilbekas bawahan Sanna yang melepaskan diri. Setelah itu, pada tahun 732 M Raja Sanjaya mendirikan bangunan suci sebagaitempat pemujaan. Bangunan ini berupa lingga dan berada di atas Gunung Wukir (Bukit Stirangga). Bangunan suci itu merupakanlambang keberhasilan Sanjaya dalam menaklukkan raja-raja lain.
Raja Sanjaya bersikap arif, adil dalam memerintah, danmemiliki pengetahuan luas. Para pujangga dan rakyat hormatkepada rajanya. Oleh karena itu, di bawah pemerintahan RajaSanjaya, kerajaan menjadi aman dan tenteram. Rakyat hidupmakmur. Mata pencaharian penting adalah pertanian dengan hasil utama padi. Sanjaya juga dikenal sebagai raja yang paham akan isi kitab-kitab suci. Bangunan suci dibangun oleh Sanjayauntuk pemujaan lingga di atas Gunung Wukir, sebagai lambangtelah ditaklukkannya raja-raja kecil di sekitarnya yang dulumengakui kemaharajaan Sanna.
Setelah Raja Sanjaya wafat, ia digantikan oleh putranya bernama Rakai Panangkaran. Panangkaran mendukung adanya perkembangan agama Buddha. Dalam Prasasti Kalasan yang berangka tahun 778, Raja Panangkaran telah memberikan hadiahtanah dan memerintahkan membangun sebuah candi untuk DewiTara dan sebuah biara untuk para pendeta agama Buddha. Tanahdan bangunan tersebut terletak di Kalasan. Prasasti Kalasan jugamenerangkan bahwa Raja Panangkaran disebut dengan namaSyailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai Panangkaran. RajaPanangkaran kemudian memindahkan pusat pemerintahannya kearah timur.
Raja Panangkaran dikenal sebagai penakluk yang gagah berani bagi musuh- musuh kerajaan. Daerahnya bertambah luas. Ia juga disebut sebagai permata dari Dinasti Syailendra. AgamaBuddha Mahayana waktu itu berkembang pesat. Ia jugamemerintahkan didirikannya bangunan-bangunan suci. Misalnya, candi Kalasan dan arca Manjusri.
Setelah kekuasaan Penangkaran berakhir, timbul persoalandalam keluarga Syailendra, karena adanya perpecahan antaraanggota keluarga yang sudah memeluk agama Buddha dengankeluarga yang masih memeluk agama Hindu (Syiwa). Hal inimenimbulkan perpecahan di dalam pemerintahan KerajaanMataram Kuno. Satu pemerintahan dipimpin oleh tokoh-tokohkerabat istana yang menganut agama Hindu berkuasa di daerahJawa bagian utara. Kemudian keluarga yang terdiri atas tokoh-tokoh yang beragama Buddha berkuasa di daerah Jawa bagian selatan. Keluarga Syailendra yang beragama Hindu meninggalkan bangunan-bangunan candi di Jawa bagian utara. Misalnya, candi-candi kompleks Pegunungan Dieng (candi Dieng) dan kompleks Candi Gedongsongo. Kompleks candi Dieng memakai nama-nama tokoh wayang seperti Candi Bima, Puntadewa, Arjuna, dan Semar.
Sementara yang beragama Buddha meninggalkan candi-candiseperti Candi Ngawen, Mendut, Pawon dan Borobudur. candi Borobudur diperkirakan mulai dibangun oleh Samaratungga pada tahun 824 M. Pembangunan kemudiandilanjutkan pada zaman Pramudawardani dan Pikatan.

Candi borobudur
Perpecahan di dalam keluarga Syailendra tidak berlangsung lama. Keluarga itu akhirnya bersatu kembali. Hal ini ditandaidengan perkawinan Rakai Pikatan dan keluarga yang beragama Hindu dengan Pramudawardani, putri dariSamaratungga. Perkawinan itu terjadi pada tahun 832 M.Setelah itu, Dinasti Syailendra bersatu kembali di bawah pemerintahan Raja Pikatan.

Candi prambanan
Setelah Samaratungga wafat, anaknya dengan Dewi Tara yang bernama Balaputradewa menunjukkan sikap menentang terhadap Pikatan. Kemudian terjadi perang perebutan kekuasaan antara Pikatan dengan Balaputradewa. Dalam perang ini Balaputradewa membuat benteng pertahanan di perbukitan di sebelah selatan Prambanan. Benteng ini sekarang kira kenal dengan candi Boko. Dalam pertempuran, Balaputradewa terdesak dan melarikan diri ke Sumatra. Balaputradewa kemudian menjadiraja di Kerajaan Sriwijaya.
Kerajaan Mataram Kuno daerahnya bertambah luas. Kehidupan agama berkembang pesat tahun 856. Rakai Pikatan turun takhta dan digantikan oleh Kayuwangi atau Dyah Lokapala. Kayuwangi kemudian digantikan oleh Dyah Balitung. Raja Balitung merupakan raja yang terbesar. Ia memerintah pada tahun 898-911 M dengan gelar Sri Maharaja Rakai Wafukura Dyah Balitung Sri Dharmadya Mahasambu. Pada pemerintahanBalitung bidang- bidang politik, pemerintahan, ekonomi, agama, dan kebudayaan mengalami kemajuan. Ia telah membangun candi Prambanan sebagai candi yang anggun dan megah. Relief-reliefnyasangat indah.
Sesudah Balitung Kerajaan Mataram mulai mundur. Rajayang berkuasa setelah Balitung adalah Daksa, Tulodong, danWawa. Beberapa faktor yang menyebabkan kemunduranMataram Kuno antara lain adanya bencana alam dan ancaman darimusuh yaitu Kerajaan Sriwijaya.
Kekuasaan Dinasti Isyana
Pertentangan di antara keluarga Mataram, tampaknyaterus berlangsung hingga masa pemerintahan Mpu Sindok pada tahun 929 M. Pertikaian yang tidak pernah berhenti itu menyebabkanMpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan dari Medang keDaha (Jawa Timur) dan mendirikan dinasti baru yaitu Dinasti Isyanawangsa. Disamping karena pertentangan keluarga, pemindahan pusat kerajaan juga dikarenakan kerajaan mengalami kehancuran akibat letusan Gunung Merapi. Berdasarkanprasasti, pusat pemerintahan Keluarga Isyana terletak diTamwlang. Letak Tamwlang diperkirakan dekat Jombang, sebab diJombang masih ada desa yang namanya mirip, yakni desa Tambelang. Daerah kekuasaannya meliputi Jawa bagian timur,Jawa bagian tengah, dan Bali.
Setelah Mpu Sindok meninggal, ia digantikan oleh anak perempuannya bernama Sri Isyanatunggawijaya. Ia naik takhta dan kawin dengan Sri Lokapala. Dari perkawinan ini lahirlah putrayang bernama Makutawangsawardana. Makutawangsawardana naik takhta menggantikan ibunya. Kemudian pemerintahan dilanjutkan oleh Dharmawangsa. Dharmawangsa Tguh yang memeluk agama Hindu aliran Waisya. Pada masa pemerintahannya, Dharmawangsa Tguh memerintahkan untuk menyadur kitab Mahabarata dalam bahasa Jawa Kuno. Setelah Dharmawangsa Tguh turun takhta ia digantikan oleh Raja Airlangga, yang saat itu usianya masih 16 tahun. Hancurnya kerajaan Dharmawangsa menyebabkan Airlangga berkelana ke hutan. Selama di hutan iahidup bersama pendeta sambil mendalami agama. Airlanggakemudian dinobatkan oleh pendeta agama Hindu dan Buddha sebagai raja. Begitulah kehidupan agama pada masa Mataram Kuno. Meskipun mereka berbeda aliran dan keyakinan,penduduk Mataram Kuno tetap menghargai perbedaan yang ada.
Setelah dinobatkan sebagai raja, Airlanggasegera mengadakan pemulihan hubungan baik dengan Sriwijaya, bahkan membantu Sriwijaya ketika diserang Raja Colamandaladari India Selatan. Pada tahun 1037 M, Airlangga berhasilmempersatukan kembali daerah-daerah yang pernah dikuasai olehDharmawangsa, meliputi seluruh Jawa Timur. Airlangga kemudian memindahkan ibu kota kerajaannya dari Daha keKahuripan.
Airlangga memerintahkan Mpu Bharada untuk membagi dua kerajaan. Kerajaan itu adalah Kediri dan Janggala. Halitu dilakukan untuk mencegah terjadinya perang saudara di antara kedua putranya yang lahir dari selir. Kerajaan Janggala disebelah timur diberikan kepada putra sulungnya yang bernamaGarasakan (Jayengrana), dengan ibukota di Kahuripan (Jiwana).Wilayahnya meliputi daerah sekitar Surabaya sampai Pasuruan,dan Kerajaan Panjalu (Kediri). Kerajaan Kediri di sebelah barat diberikan kepada putra bungsunya yang bernama Samarawijaya(Jayawarsa) dengan ibukota di Kediri (Daha), meliputi daerah sekitar Kediri dan Madiun.
Kerajaan Kediri adalah kerajaan pertama yang mempunyai sistem administrasi kewilayahan negara berjenjang. Hierarki kewilayahan dibagi atas tiga jenjang. Struktur palingbawah dikenal dengan thani (desa). Desa ini terbagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi yang dipimpin oleh seorang duwan. Setingkat lebih tinggi di atasnya disebut wisaya, yaitusekumpulan dari desa-desa. Tingkatan paling tinggi yaitu negara atau kerajaan yang disebut dengan bhumi.
5. Kerajaan Kediri

Kehidupan politikpada bagianawal diKerajaanKediriditandai denganperang saudara antara Samarawijaya yang berkuasa di Panjalu dan Panji Garasakan yang berkuasa di Jenggala. Mereka tidak dapat hidup berdampingan. Pada tahun 1052 M terjadi peperangan perebutan kekuasaan di antara kedua belahpihak. Pada tahap pertama Panji Garasakan dapat mengalahkanSamarawijaya, sehingga Panji Garasakan berkuasa. Di Jenggalakemudian berkuasa raja-raja pengganti Panji Garasakan. Tahun1059 M yang memerintah adalah Samarotsaha. Akan tetapi setelah itu tidak terdengar berita mengenal Kerajaan Panjalu danJenggala. Baru pada tahun 1104 M tampil Kerajaan Panjalusebagai rajanya Jayawangsa. Kerajaan ini lebih dikenal dengannama Kerajaan Kediri dengan ibu kotanya di Daha.
Tahun 1117 M Bameswara tampil sebagai Raja KediriPrasasti yang ditemukan, antara lain Prasasti Padlegan (1117 M) dan Panumbangan (1120 M). Isinya yang penting tentangpemberian status perdikan untuk beberapa desa.
Pada tahun 1135 M tampil raja yang sangat terkenal, yakni Raja Jayabaya. Ia meninggalkan tiga prasasti penting, yakniPrasasti Hantang atau Ngantang (1135 M), Talan (1136 M) danPrasasti Desa Jepun (1144 M). Prasasti Hantang memuat tulisan panjalu jayati, artinya panjalu menang. Hal itu untuk mengenang kemenangan Panjalu atas Jenggala. Jayabaya telah berhasil mengatasi berbagai kekacauan di kerajaan.
Di kalangan masyarakat Jawa, nama Jayabaya sangat dikenal karena adanya Ramalan atau Jangka Jayabaya. Padamasa pemerintahan Jayabaya telah digubah Kitab Baratayuda oleh Empu Sedah dan kemudian dilanjutkan oleh Empu Panuluh.
Sampai masa awal pemerintahan Jayabaya, kekacauan akibat pertentangan dengan Janggala terus berlangsung. Baru pada tahun 1135 M Jayabaya berhasil memadamkan kekacauan itu.Sebagai bukti, adanya kata-kata panjalu jayati pada prasastiHantang. Setelah kerajaan stabil, Jayabaya mulai menata danmengembangkan kerajaannya.
Kehidupan Kerajaan Kediri menjadi teratur. Rakyat hidup makmur. Mata pencaharian yang penting adalah pertanian dengan hasil utamanya padi. Pelayaran dan perdagangan jugaberkembang. Hal ini ditopang oleh Angkatan Laut Kediri yangcukup tangguh. Armada laut Kediri mampu menjamin keamananperairan Nusantara. Di Kediri telah ada Senopati Sarwajala (panglima angkatan laut). Bahkan Sriwijaya yang pernah mengakui kebesaran Kediri, yang telah mampu mengembangkan pelayaran dan perdagangan. Barang perdagangan di Kediriantara lain emas, perak, gading, kayu cendana, dan pinang. Kesadaran rakyat tentang pajak sudah tinggi. Rakyat menyerahkan barang atau sebagian hasil buminya kepada pemerintah.
Menurut berita Cina, dan kitab Ling-wai-tai-ta diterangkanbahwa dalam kehidupan sehari-hari orang-orang memakai kain sampai di bawah lutut. Rambutnya diurai. Rumah-rumah mereka bersih dan teratur, lantainya ubin yang berwarna kuningdan hijau. Dalam perkawinan, keluarga pengantin wanitamenerima mas kawin berupa emas. Rajanya berpakaian sutera, memakai sepatu, dan perhiasan emas. Rambutnya disanggul ke atas. Kalau bepergian, Raja naik gajah atau kereta yangdiiringi oleh 500 sampai 700 prajurit.
Di bidang kebudayaan, yang menonjol adalah perkembanganseni sastra dan pertunjukan wayang. Di Kediri dikenal adanya wayang panji.
Beberapa karya sastra yang terkenal, sebagai berikut.
1. Kitab Baratayuda
Kitab Baratayudha ditulis pada zaman Jayabaya, untuk memberikan gambaran terjadinya perang saudara antara Panjalu melawan Jenggala. Perang saudara itudigambarkan dengan perang antara Kurawa denganPandawa yang masing-masing merupakan keturunanBarata.
2. Kitab Kresnayana
Kitab Kresnayana ditulis oleh Empu Triguna pada zaman Raja Jayaswara. Isinya mengenai perkawinanantara Kresna dan Dewi Rukmini.
3. Kitab Smaradahana
Kitab Smaradahana ditulis pada zaman Raja Kameswari oleh Empu Darmaja. Isinya menceritakan tentang sepasang suami istri Smara dan Rati yang menggoda Dewa Syiwa yang sedang bertapa. Smara dan Rail kena kutukdan mati terbakar oleh api (dahana) karena kesaktian Dewa Syiwa. Akan tetapi, kedua suami istri itu dihidupkan lagi dan menjelma sebagai Kameswara danpermaisurinya.
4. Kitab Lubdaka
Kitab Lubdaka ditulis oleh Empu Tanakung pada zaman Raja Kameswara. Isinya tentang seorang pemburubernama Lubdaka. Ia sudah banyak membunuh. Padasuatu ketika ia mengadakan pemujaan yang istimewaterhadap Syiwa, sehingga rohnya yang semestinya masukneraka, menjadi masuk surga.
Raja yang terakhir dan Kerajaan Kediri adalah Kertajaya atau Dandang Gendis. Pada masa pemerintahannya, terjadi pertentangan antara raja dan para pendeta atau kaum brahmana, karena Kertajaya berlaku sombong dan berani melanggar adat. Halini memperlemah pemerintahan di Kediri.Para brahmanakemudian mencari perlindungan kepada Ken Arok yang merupakan penguasa di Tumapel. Pada tahun 1222 M, Ken Arokdengan dukungan kaum brahmana menyerang Kediri. Kediridapat dikalahkan oleh Ken Arok.
6. Kerajaan Singhasari

a. Ken Arok (1222-1227 M)
Setelah berakhirnya Kerajaan Kediri, kemudian berkembangKerajaan Singhasari. Pusat Kerajaan Singhasari kira-kira terletak di dekat kota Malang, Jawa Timur. Kerajaan inididirikan oleh Ken Arok. Ken Arok berhasil tampil sebagai raja, walaupun ia berasal dari kalangan rakyat biasa. Menurut kitab Pararaton, Ken Arok adalah anak seorang petani dari Desa Pangkur, di sebelah timur Gunung Kawi,daerah Malang. Ibunya bernama Ken Endok.
Diceritakan, bahwa pada waktu masih bayi, Ken Arok diletakkanoleh ibunya di sebuah makam. Bayi ini kemudian ditemu olehseorang pencuri, bernama Lembong. Akibat dari didikan danlingkungan keluarga pencuri, maka Ken Arok pun menjadiseorang penjahat yang sering menjadi buronan pemerintahKerajaan Kediri. Suatu ketika Ken Arok berjumpa dengan pendetaLohgawe. Ken Arok mengatakan ingin menjadi orang baik- baik.Kemudian dengan perantaraan Lohgawe, Ken Arok diabdikan kepada seorang Akuwu (bupati) Tumapel, bernama TunggulAmetung.
Setelah beberapa lama mengabdi di Tumapel, Ken Arokmempunyai keinginan untuk memperistri Ken Dedes, yangsudah menjadi istri Tunggul Ametung. Kemudian timbul niat buruk dari Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung agar Ken Dedes dapat diperistri olehnya. Ternyata benar,Tunggul Ametung dapat dibunuh oleh Ken Arok dengan kerisEmpu Gandring. Setelah Tunggul Ametung terbunuh, Ken Arokmenggantikan sebagai penguasa di Tumapel dan memperistriKen Dedes. Pada waktu diperistri Ken Arok, Ken Dedes sudah mengandung tiga bulan, hasil perkawinan dengan TunggulAmetung.
Pada waktu itu Tumapel hanya daerah bawahan Raja Kertajayadari Kediri. Ken Arok ingin menjadi raja, maka iamerencanakan menyerang Kediri. Pada tahun 1222 M KenArok atas dukungan para pendeta melakukan serangan keKediri. Raja Kertajaya dapat ditaklukkan oleh Ken Arok dalampertempurannya di Ganter, dekat Pujon, Malang. SetelahKediri berhasil ditaklukkan, maka seluruh wilayah Kediridipersatukan dengan Tumapel dan lahirlah Kerajaan Singhasari.
Setelah berdiri Kerajaan Singhasari, Ken Arok tampil sebagairaja pertama. Ken Arok sebagai raja bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. Ken Arok memerintah selama limatahun. Pada tahun 1227 M Ken Arok dibunuh oleh seorang pengalasan atau pesuruh dan Batil, atas perintah Anusapati.Anusapati adalah putra Ken Dedes dengan Tunggul Ametung. Jenazah Ken Arok dicandikan di Kagenengan dalam bangunan perpaduan Syiwa-Buddha. Ken Arok meninggalkanbeberapa putra. Bersama Ken Umang, Ken Arok memilikiempat putra, yaitu Panji Tohjoyo, Panji Sudatu, Panji Wregola,dan Dewi Rambi. Bersama Ken Dedes, Ken Arok mempunyaiputra bernama Mahesa Wongateleng.
b. Anusapati (1227 M)
Tahun 1227 M Anusapati naik takhta Kerajaan Singhasari. Ia memerintah selama 21 tahun. Akan tetapi, ia belum banyakberbuat untuk pembangunan kerajaan.
Lambat laun berita tentang pembunuhan Ken Arok sampai pula kepada Tohjoyo (putra Ken Arok). Oleh karena iamengetahui pembunuh ayahnya adalah Anusapati, makaTohjoyo ingin membalas dendam, yaitu membunuh Anusapati. Tohjoyo mengetahui bahwa Anusapati memiliki kesukaan menyabung ayam maka ia mengajak Anusapati untuk menyabung ayam. Pada saat menyabung ayam, Tohjoyoberhasil membunuh Anusapati. Anusapati dicandikan di Candi Kidal dekat Kota Malang sekarang. Anusapatimeninggalkan seorang putra bernama Ronggowuni.
c. Tohjaya (1248 M)
Setelah berhasil membunuh Anusapati, Tohjoyo naik tahta. Masa pemerintahannya sangat singkat, Ronggowuni yangmerasa berhak atas tahta kerajaan, menuntut tahta kepada Tohjoyo. Ronggowuni dalam hal ini dibantu oleh Mahesa Cempaka, putra dari Mahesa Wongateleng. Menghadapituntutan ini, maka Tohjoyo mengirim pasukannya di bawah Lembu Ampal untuk melawan Ronggowuni. Kemudian terjadi pertempuran antara pasukan Tohjoyo dengan pengikut Ronggowuni. Dalam pertempuran tersebutLembu Ampal berbalik memihak Ronggowuni. Serangan pengikut Ronggowuni semakin kuat dan berhasil mendudukiistana Singhasari. Tohjoyo berhasil meloloskan diri danakhirnya meninggal di daerah Katang Lumbang akibat luka-luka yang dideritanya.
d. Ronggowuni (1248-1268 M)
Ronggowuni naik tahta Kerajaan Singhasari tahun 1248 M. Ronggowuni bergelar Sri Jaya Wisnuwardana. Dalammemerintah ia didampingi oleh Mahesa Cempaka yangberkedudukan sebagai Ratu Anggabaya. Mahesa Cempaka bergelar Narasimhamurti. Di samping itu, pada tahun 1254 M Wisnuwardana juga mengangkat putranya yangbernama Kertanegara sebagai raja muda atau Yuwaraja. Padasaat itu Kertanegara masih sangat muda.
Singhasari di bawah pemerintahan Ronggowuni dan Mahesa Cempaka hidup dalam keadaan aman dan tenteram. Rakyat hidup dengan bertani dan berdagang. Kehidupan rakyat juga mulai terjamin. Raja memerintahkan untuk membangun benteng pertahanan di Canggu Lor.
Tahun 1268 M, Ronggowuni meninggal dunia dan dicandikan di dua tempat, yaitu sebagai Syiwa di Waleri dan sebagai Buddha Amogapasa di Jajagu. Jajagu kemudian dikenaldengan Candi Jago. Bentuk Candi Jago sangat menarik, yaitu kaki candi bertingkat tiga dan tersusun berundak-undak. Reliefnya datar dan gambar orangnya menyerupai wayang kulit di Bali. Tokoh satria selalu diikuti denganpunakawan. Tidak lama kemudian Mahesa Cempaka pun meninggal dunia. Ia dicandikan di Kumeper dan Wudi Kucir.
e. Kertanegara (1268-1292 M)
Tahun 1268 M Kertanegara naik tahta menggantikan Ronggowuni. Ia bergelar Sri Maharajadiraja SriKertanegara. Kertanegara merupakan raja yang paling terkenal di Singhasari. Ia bercita-cita, Singhasari menjadikerajaan yang besar. Untuk mewujudkan cita-citanya, maka Kertanegara melakukan berbagai usaha.
Kertanegara menginginkan wilayah Singhasari hingga meliputi seluruh Nusantara. Beberapa daerah berhasil ditaklukkan, misalnya Bali, Kalimantan Barat Daya, Maluku, Sunda, danPahang. Penguasaan daerah-daerah di luar Jawa yang merupakanpelaksanaan politik luar negeri bertujuan untuk mengimbangipengaruh Kubilai Khan dari Cina. Pada tahun 1275 M Raja Kertanegara mengirimkan Ekspedisi Pamalayu di bawah pimpinan Mahesa Anabrang (Kebo Anabrang). Sasaran dariekspedisi ini untuk menguasai Sriwijaya. Akan tetapi, untuk menguasainya harus melalui daerah sekitarnya termasuk bersahabat dan menanamkan pengaruh Singhasari di Melayu.Sebagai tanda persahabatan, Kertanegara menghadiahkan patung Amogapasa kepada penguasa Melayu. Ekspedisi Pamalayudiharapkan akan menggoyahkan Sriwijaya.
Dalam rangka memperkuat politik luar negeranya, Kertanegara menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan laindi luar Kepulauan Indonesia. Misalnya dengan Raja Jayasingawarman III dan Kerajaan Campa. Bahkan Raja Jayasingawarman III memperistri salah seorang saudara perempuan dari Kertanegara.
Kertanegara memandang Cina sebagai saingan. Berkali- kaliutusan Kaisar Cina memaksa Kertanegara agar mengakui kekuasaan Cina, tetapi ditolak oleh Kertanegara. Terakhir pada tahun 1289 M datang utusan Cina yang dipimpin oleh Meng- ki.Kertanegara marah, Meng-ki disakiti dan disuruh kembali keCina. Hal inilah yang membuat marah Kaisar Cina yang bernama Kubilai Khan. Ia merencanakan membalas tindakan Kertanegara.
Untuk menciptakan pemerintahan yang kuat dan teratur,Kertanegara telah membentuk badan-badan pelaksana. Rajasebagai penguasa tertinggi. Kemudian raja mengangkat timpenasihat yang terdiri atas Rakryan i Hino, Rakryan i Sirikan, dan Rakryan i Halu. Untuk membantu raja dalam pelaksanaanpemerintahan, diangkat beberapa pejabat tinggi kerajaan yang terdiri atas Rakryan Mapatih, Rakryan Demung dan RakryanKanuruhan. Selain itu, ada pegawai- pegawai rendahan.
Untuk menciptakan stabilitas politik dalam negeri, Kertanegara melakukan penataan di lingkungan para pejabat. Orang-orang yang tidak setuju dengan cita-cita Kertanegara diganti. Sebagai contoh, Patih Raganata (Kebo Arema) diganti oleh Aragani dan Banyak Wide dipindahkan ke Madura, menjadi Bupati Sumenep dengan nama Arya Wiraraja.
Pada masa pemerintahan Kertanegara, agama Hindu maupun Buddha berkembang dengan baik. Bahkan terjadiSinkretisme antara agama Hindu dan Buddha, menjadi bentukSyiwa-Buddha. Sebagai contoh, berkembangnya aliranTantrayana. Kertanegara sendiri penganut aliran Tantrayana.
Usaha untuk memperluas wilayah dan mencari dukungan danberbagai daerah terus dilakukan oleh Kertanegara. Banyak pasukan Singhasari yang dikirim ke berbagai daerah. Antara lain pasukan yang dikirim ke tanah Melayu. Oleh karena itu,keadaan ibu dua kota kerajaan kekuatannya berkurang. Keadaan ini diketahui oleh pihak-pihak yang tidak senang terhadapkekuasaan Kertanegara. Pihak yang tidak senang itu antara lainJayakatwang, penguasa Kediri. Ia berusaha menjatuhkankekuasaan Kertanegara.
Saat yang dinantikan oleh Jayakatwang ternyata telah tiba. Istana Kerajaan Singhasari dalam keadaan lemah. Pasukankerajaan hanya tersisa sebagian kecil. Pada saat itu, Kertanegarasedang melakukan upacara keagamaan dengan pesta pora, sehingga Kertanegara benar-benar lengah. Tiba- tiba, Jayakatwang menyerbu istana Kertanegara. Serangan Jayakatwang dibagi menjadi dua arah. Sebagian kecil pasukan Kediri menyerang dari arah utara untuk memancing pasukan Singhasari keluar dari pusat kerajaan. Sementara itu induk pasukan Kediri bergerak dan menyerang dari arah selatan. Untuk menghadapi serangan Jayakatwang, Kertanegara mengirimkan pasukan yang ada di bawah pimpinan RadenWijaya dan Pangeran Ardaraja. Ardaraja adalah anak Jayakatwang dan menantu dari Kartanegara. Pasukan Kediri yang datang dari arah utara dapat dikalahkan oleh pasukan Raden Wijaya Akan tetapi, pasukan inti dengan leluasa masuk dan menyerang istana, sehingga berhasil menewaskan Kertanegara. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1292 M. RadenWijaya dan pengikutnya kemudian meloloskan diri setelah mengetahui istana kerajaan dihancurkan oleh pasukan Kediri. Sedangkan Ardaraja membalik dan bergabung dengan pasukan Kediri.
Jenazah Kertanegara kemudian dicandikan di dua tempat,yaitu di Candi Jawi di Pandaan dan di Candi Singosari, di daerah Singosari, Malang.
Sebagai raja yang besar, nama Kertanegara diabadikan diberbagai tempat. Bahkan di Surabaya ada sebuah arcaKertanegara yang menyerupai bentuk arca Buddha. Arca Kertanegara itu dinamakan arca Joko Dolok. Dengan terbunuhnya Kertanegara maka berakhirlah Kerajaan Singhasari.
7. Kerajaan Majapahit

Setelah Singhasari jatuh, berdirilah kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur, abad ke-14 - ke-15 M. Berdirinyakerajaan ini sebenarnya sudah direncanakan oleh KertarajasaJayawarddhana (Raden Wijaya). Ia mempunyai tugas untukmelanjutkan kemegahan Singhasari yang saat itu sudah hampir runtuh. Saat itu dengan dibantu oleh Arya Wiraraja seorang penguasa Madura, Raden Wijaya membuka hutan di wilayah yang disebut dalam kitab Pararaton sebagai hutannya orangTrik. Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya diambil daribuah maja, dan rasa “pahit” dari buah tersebut. Ketika pasukan Mongol tiba, Raden Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongoluntuk bertempur melawan Jayakatwang. Setelah berhasilmenjatuhkan Jayakatwang, Raden Wijaya berbalik menyerangpasukan Mongol sehingga memaksa mereka menarik pulangkembali pasukannya.
Pada masa pemerintahannya Raden Wijaya mengalami pemberontakan yang dilakukan oleh sahabat-sahabatnya yang pernah mendukung perjuangan dalam mendirikan Majapahit. Setelah Raden Wijaya wafat, ia digantikan oleh puteranya Jayanegara. Jayanegara dikenal sebagai raja yangkurang bijaksana dan lebih suka bersenang-senang. Kondisi itulahyang menyebabkan pembantu-pembantunya melakukan pemberontakan.
Di antara pemberontakan tersebut, yang dianggap palingberbahaya adalah pemberontakan Kuti. Pada saat itu, pasukan Kuti berhasil menduduki ibu kota negara. Jayanegara terpaksa menyingkir ke Desa Badander di bawah perlindungan pasukan Bhayangkara pimpinan Gajah Mada. Gajah Mada kemudian menyusun strategi dan berhasil menghancurkan pasukan Kuti. Atas jasa-jasanya, Gajah Mada diangkat sebagai patih Kahuripan (1319-1321) dan patih Kediri (1322-1330).
Kerajaan Majapahit penuh dengan intrik politik dari dalamkerajaan itu sendiri. Kondisi yang sama juga terjadi menjelangkeruntuhan Majapahit. Masa pemerintahanTribhuwanattunggadewi Jayawisnuwarddani adalah pembentukkemegahan kerajaan. Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampaikematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk. Pada masa Hayam Wuruk itulah Majapahit beradadi puncak kejayaannya. Hayam Wuruk disebut juga Rajasanagara.Ia memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389.
Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, Majapahit mencapai zaman keemasan. Wilayahkekuasaan Majapahit sangat luas, bahkan melebihi luas wilayahRepublik Indonesia sekarang. Oleh karena itu, Muhammad Yaminmenyebut Majapahit dengan sebutan negara nasional kedua diIndonesia. Seluruh kepulauan di Indonesia berada di bawah kekuasaanMajapahit. Hal ini memang tidak dapat dilepaskan dan kegigihanGajah Mada. Sumpah Palapa, ternyata benar-benar dilaksanakan.Dalam melaksanakan cita-citanya, Gajah Mada didukung oleh beberapatokoh, misalnya Adityawarman dan Laksamana Nala. Di bawahpimpinan Laksamana Nala Majapahit membentuk angkatan laut yang sangat kuat. Tugas utamanya adalah mengawasi seluruh perairanyang ada di Nusantara. Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk,Majapahit mengalami kemajuan di berbagai bidang.
Menurut Kakawin Nagarakertagama pupuh XIII-XV,daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, SemenanjungMalaya, Kalimantan, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara,Maluku, Papua, Tumasik (Singapura) dan sebagian kepulauanFilipina. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian selatan, dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok.
Majapahit telah mengembangkan sistem pemerintahan yang teratur. Raja memegang kekuasaan tertinggi. Dalam melaksanakan pemerintahan, raja dibantu oleh berbagai badan atau pejabat berikut.
1. Rakryan Mahamantri Katrini, dijabat oleh para putra raja, terdiri atas Rakryan i Hino, Rakryan i Sirikan, danRakryan i Halu.
2. Dewan Pelaksana terdiri atas Rakryan Mapatih atau Patih Mangkabumi, Rakryan Tumenggung, Rakryan Demung, Rakryan Rangga dan Rakryan Kanuruhan. Kelima pejabat ini dikenal sebagai Sang Panca ringWilwatika. Di antara kelima pejabat itu Rakryan Mapatihatau Patih Mangkubumi merupakan pejabat yang paling penting. Ia menduduki tempat sebagai perdana menteri. Bersama sama raja, ia menjalankankebijaksanaan pemerintahan. Selain itu terdapat puladewan pertimbangan yang disebut dengan Batara SaptaPrabu.
Struktur tersebut ada di pemerintah pusat. Di setiap daerah yang berada di bawah raja-raja, dibuatkan pula strukturyang mirip.
Untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, dibentuklah badan peradilan yang disebut dengan Saptopapati. Selain itu disusun pula kitab hukum oleh Gajah Mada yang disebut Kitab Kutaramanawa. Gajah Mada memang seorang negarawan yang mumpuni. Ia memahami pemerintahan strategi perang dan hukum.
Untuk mengatur kehidupan beragama dibentuk badan atau pejabat yang disebut Dharmadyaksa. Dharmadyaksa adalah pejabat tinggi kerajaan yang khusus menangani persoalan keagamaan. Di Majapahit dikenal ada dua Dharmadyaksasebagai berikut.
1. Dharmadyaksa ring Kasaiwan, mengurusi agama Syiwa (Hindu),
2. Dharmadyaksa ring Kasogatan, mengurusi agama Buddha.
Dalam menjalankan tugas, masing-masing Dharmadyaksa dibantu oleh pejabat keagamaan yang diberi sebutan SangPamegat.
Kehidupan beragama di Majapahit berkembang semarak. Pemeluk yang beragama Hindu maupun Buddha saling bersatu. Pada masa itupun sudah dikenal semboyan Bhinneka Tunggal Ika, artinya, sekalipun berbeda-beda baik Hindu maupun Buddha pada hakikatnya adalah satu jua. Kemudian secara umum kita artikan berbeda-beda akhirnya satu jua.
Berkat kepemimpinan Hayam Wuruk dan Gajah Mada, kehidupan politik, dan stabilitas nasional Majapahit terjamin. Halini disebabkan pula karena kekuatan tentara Majapahit dan angkatan lautnya sehingga semua perairan nasional dapat diawasi.
Majapahit juga menjalin hubungan dengan negara- negara/kerajaan lain. Hubungan dengan Negara Siam, Birma, Kamboja, Anam, India, dan Cina berlangsung dengan baik. Dalam membina hubungan dengan luar negeri, Majapahit mengenalmotto Mitreka Satata, artinya negara sahabat.
Di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk, rakyat Majapahit hidup aman dan tenteram. Hayam Wuruk sangat memperhatikan rakyatnya. Keamanan dan kemakmuran rakyat diutamakan. Untuk itu dibangun jalan-jalan dan jembatan- jembatan. Dengan demikian lalu lintas menjadi lancar. Hal ini mendukung kegiatan keamanan dan kegiatan perekonomian, terutama perdagangan. Lalu lintas perdagangan yang paling penting melalui sungai. Misalnya, Sungai Bengawan Solo dan SungaiBrantas. Akibatnya desa-desa di tepi sungai dan yang berada dimuara serta di tepi pantai, berkembang menjadi pusat-pusatperdagangan. Hal itu menyebabkan terjadinya arus bolak-balikpara pedagang yang menjajakan barang dagangannya dari daerah pantai atau muara ke pedalaman atau sebaliknya.Bahkan di daerahpantai berkembang perdagangan antar daerah, antar pulau, bahkan dengan pedagang dari luar.Kemudian timbullah kota-kotapelabuhan sebagai pusat pelayaran dan perdagangan. Beberapa kota pelabuhan yang penting pada zaman Majapahit, antara lain Canggu, Surabaya, Gresik, Sedayu, dan Tuban. Pada waktu itu banyak pedagang dari luar seperti dari Cina India, dan Siam.
Adanya pelabuhan-pelabuhan tersebut mendorong munculnya kelompok bangsawan kaya. Mereka menguasai pemasaranbahan-bahan dagangan pokok dari dan ke daerah- daerah IndonesiaTimur dan Malaka.
Kegiatan pertanian juga dikembangkan. Sawah dan ladangdikerjakan secukupnya dan dikerjakan secara bergiliran. Hal inimaksudnya agar tanah tetap subur dan tidak kehabisan lahanpertanian. Tanggul-tanggul di sepanjang sungai diperbaiki untukmencegah bahaya banjir.
Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, bidang sastra mengalami kemajuan. Karya sastra yang paling terkenal pada zaman Majapahit adalah Kitab Negarakertagama. Kitab ini ditulisoleh Empu Prapanca pada tahun 1365 M. Di samping menunjukkan kemajuan di bidang sastra, Negarakertagama juga merupakan sumber sejarah Majapahit. Kitab lain yang penting adalah Sutasoma. Kitab ini disusun oleh Empu Tantular.Kitab Sutasoma memuat kata-kata yang sekarang menjadisemboyan negara Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika. Di samping itu, Empu Tantular juga menulis kitab Arjunawiwaha.
Bidang seni bangunan juga berkembang. Banyak bangunan candi telah dibuat. Misalnya Candi Penataran danSawentar di daerah Blitar, Candi Tigawangi dan Surawana didekat Pare, Kediri, serta Candi Tikus di Trowulan. Keruntuhan Majapahit lebih disebabkan oleh ketidakpuasan sebagian besarkeluarga raja, setelah turunnya Hayam Wuruk. Perang Paregrek telah melemahkan unsur-unsur kejayaan Majapahit. Meskipun peperangan berakhir, Majapahit terus mengalami kelemahankarena raja yang berkuasa tidak mampu lagi mengembalikankejayaannya. Unsur lain yang menyebabkan runtuhnya Majapahitadalah semakin meluasnya pengaruh Islam pada saat itu.
Kemajuan peradaban Majapahit itu tidak hilang dengan runtuhnya kerajaan itu. Pencapaian itu terus dipertahankan hinggamasa perkembangan Islam di Jawa. Peninggalan peradaban Majapahit juga dapat kita saksikan pada perkembangan lingkup kebudayaan Bali pada saat ini. Kebudayaan yang masih dikembangkan hingga masa Islam adalah cerita wayang yang berasal dari epos India yaitu Mahabharata dan Ramayana, serta kisah asmara Raden Panji dengan Sekar Taji (Galuh Candrakirana). Selain itu dapat kita saksikan juga pada unsur arsitekturnya bentuk atap tumpang, seni ukir sulur-sulurandan tanaman melata, senjata keris, lokasi keramat, dan masihbanyak lagi.
8. Kerajaan Buleleng
Menurut berita Cina di sebelah timur Kerajaan Kalingada daerah Po-li atau Dwa-pa-tan yang dapat disamakan dengan Bali. Adat istiadat di Dwa-pa-tan sama dengankebiasaan orang-orang Kaling. Misalnya, penduduk biasa menulisi daun lontar. Bila ada orang meninggal, mayatnya dihiasi dengan emas dan ke dalam mulutnya dimasukkan sepotong emas, serta diberi bau-bauan yang harum. Kemudianmayat itu dibakar. Hal itu menandakan Bali telah berkembang.
Dalam sejarah Bali, nama Buleleng mulai terkenal setelah periode kekuasaan Majapahit. Pada waktu di Jawa berkembang kerajaan-kerajaan Islam, di Bali juga berkembangsejumlah kerajaan. Misalnya Kerajaan Gelgel, Klungkung, danBuleleng yang didirikan oleh I Gusti Ngurak Panji Sakti, dan selanjutnya muncul kerajaan yang lain. Nama Kerajaan Buleleng semakin terkenal, terutama setelah zaman penjajahanBelanda di Bali. Pada waktu itu pernah terjadi perang rakyatBuleleng melawan Belanda.
Pada zaman kuno, sebenarnya Buleleng sudah berkembang. Pada masa perkembangan Kerajaan Dinasti Warmadewa, Buleleng diperkirakan menjadi salah satu daerah kekuasaan Dinasti Warmadewa. Sesuai dengan letaknya yangada di tepi pantai, Buleleng berkembang menjadi pusatperdagangan laut. Hasil pertanian dari pedalaman diangkut lewat darat menuju Buleleng. Dari Buleleng barang dagangan yang berupa hasil pertanian seperti kapas, beras, asam, kemiri, dan bawang diangkut atau diperdagangkan ke pulau lain (daerah seberang). Perdagangan dengan daerah seberang mengalami perkembangan pesat pada masa Dinasti Warmadewa yangdiperintah oleh Anak Wungsu. Hal ini dapat dibuktikan denganadanya kata-kata pada prasasti yang disimpan di Desa Sembiranyang berangka tahun 1065.
Kata-kata yang dimaksud berbunyi, “mengkana ya hana banyaga sakeng sabrangjong, bahitra, rumunduk i manasa. ….. Artinya, andai kata ada saudagar dari seberang yangdatang dengan jukung bahitra datang berlabuh di manasa …..”
Sistem perdagangannya ada yang menggunakan sistem barter, ada yang sudah dengan alat tukar (uang). Pada waktu itu sudah dikenal beberapa jenis alat tukar (uang), misalnya ma,su dan piling.
Dengan perkembangan perdagangan laut antar pulau dizaman kuno secara ekonomis Buleleng memiliki peranan yang penting bagi perkembangan kerajaan-kerajaan di Bali misalnya pada masa Kerajaan Dinasti Warmadewa.
No comments:
Post a Comment